Blog
SMK Theresiana Luncurkan Program Literasi “PELANGI”, Gerakan Membaca yang Siap Hidupkan Budaya Literasi Siswa
SMK Theresiana Luncurkan Program Literasi “PELANGI”, Gerakan Membaca yang Siap Hidupkan Budaya Literasi Siswa
Semarang, 7 Maret 2026 – SMK Theresiana Semarang terus berkomitmen menumbuhkan budaya literasi di lingkungan sekolah melalui pengembangan Program Literasi PELANGI yang merupakan singkatan dari PEmbiasaan Literasi, pANGgung Cerita, dan Kelas Inspiratif.
Program ini dibahas dalam pertemuan MBG (Meet, Brainstorm & Grow) — Kolaborasi Guru, Ide Jadi Aksi , yang diikuti oleh Bapak/Ibu guru serta staf karyawan SMK Theresiana pada Sabtu, 7 Maret 2026. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun strategi pelaksanaan program literasi yang diharapkan dapat menghidupkan kembali kebiasaan membaca dan menulis di kalangan siswa.
Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan ponsel dalam kehidupan sehari-hari, kebiasaan membaca perlahan mulai berkurang. Kondisi ini tidak hanya terjadi pada siswa, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat secara umum. Melihat kondisi tersebut, SMK Theresiana berupaya menghadirkan program yang mampu mengajak seluruh warga sekolah untuk kembali menumbuhkan semangat literasi.
Sebagai langkah strategis, sekolah akan membentuk Tim GLS (Gerakan Literasi Sekolah) yang bertugas merancang, mengembangkan, serta mengawal pelaksanaan berbagai kegiatan literasi agar dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
Tiga Program Utama Literasi
Program Literasi PELANGI dirancang melalui tiga kegiatan utama yang akan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan membaca dan berbagi inspirasi.
Program pertama adalah pembiasaan membaca selama 10–15 menit pada jam pelajaran pertama. Pada kegiatan ini, siswa dapat membawa buku bacaan dari rumah untuk dibaca di kelas. Selain membaca, siswa juga dapat membuat ringkasan singkat dari bacaan tersebut. Guru yang mengajar pada jam pertama juga ikut berpartisipasi dengan membaca buku sebagai bentuk teladan bagi siswa.
Untuk mendukung suasana literasi yang lebih fokus, siswa diminta untuk mengumpulkan ponsel sementara waktu kepada wali kelas atau guru pengajar pada saat literasi jam pertama.
Program berikutnya adalah pembuatan pojok baca atau mini perpustakaan di setiap kelas. Pojok baca ini akan memanfaatkan etalase yang tersedia di ruang kelas dan dikembangkan secara kreatif oleh masing-masing kelas.
Mini perpustakaan tersebut nantinya akan diisi dengan berbagai jenis buku bacaan seperti novel, cerpen, komik, cerita fabel, maupun koran yang dapat dibawa oleh siswa. Untuk pengelolaannya, setiap kelas akan membentuk tim administrasi kelas yang bertugas mengatur peminjaman dan pencatatan buku. Kegiatan ini akan didampingi oleh wali kelas masing-masing.
Selain itu, siswa juga akan membuat jurnal membaca sebagai bentuk dokumentasi kegiatan literasi. Dalam jurnal tersebut siswa mencatat judul buku, ringkasan isi bacaan, serta mendapatkan tanda tangan dari guru pendamping dan tim GLS.
Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memanfaatkan waktu membaca dengan lebih baik serta meningkatkan minat literasi secara bertahap.
Mendorong Budaya Literasi di Sekolah
Program Literasi PELANGI direncanakan mulai dilaksanakan pada bulan April setelah perayaan Paskah. Seluruh warga sekolah berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan menjadi langkah nyata dalam membangun budaya membaca di lingkungan SMK Theresiana.
Salah satu guru yang terlibat dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang membangun kebiasaan berpikir kritis dan berbagi gagasan.
“Melalui program ini kami berharap siswa tidak hanya membaca, tetapi juga mampu memahami, menceritakan kembali, serta menemukan inspirasi dari setiap bacaan yang mereka temui.”
Dengan adanya Program Literasi PELANGI, SMK Theresiana Semarang berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inspiratif serta mendorong siswa untuk terus berkembang melalui kebiasaan membaca.
